ADAKAH PENDERITAANNYA AKIBAT KESALAHAN TEKNIS…????FO

Terlahir sebagai anak normal 15 tahun yang lalu, hidup penuh ceria sebagaimana anak-anak lainnya. Anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, menjadikan “UPA” begitulah nama anak tersebut dipanggil begitu sangat disayangi oleh kedua orangnya tuanya.

Siapa sangka dan tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiran kalau jalan hidupnya akan seperti sekarang ini. Hidup dengan bentuk fisik yang tidak normal. Semua sensor yang berhubungan langsung ke otak yang berfungsi sebagai pengatur semua gerakan dan aktifitas tubuh SEPERTINYA terputus. Praktis anak tersebut mirip robot, bicara tak mampu, kalau terlanjur jalan tidak bisa berhenti, untuk makanpun harus disuapi. Sungguh sangat menyedihkan. Ditambah lagi dengan kehidupan orangtuanya yang serba pas-pas-an dan bapaknya pun telah berpulang ke Rahmatullah. Lengkaplah sudah penderitaan anak itu.

PETAKA itu datang saat usianya beranjak 3 tahun. Diawali dengan demam yang tinggi dan oleh keluarga berdasarkan pengalaman di vonis penyakit serampa. Penyakit serampa bagi orang Makassar diberlakukan ibarat raja. Hal-hal yang mesti dihindari dalam rumah salah satunya adalah tidak boleh menggoreng apa saja. Penyakit serampa umumnya diobati dengan air kelapa dan kasumba torate (tidak tahu bahasa indonesianya). Entah apa hubungan antar tidak boleh menggoreng dengan penyakit tersebut.

Oleh keluarga UPA’ dibawa ke Rumah Sakit Haji Makassar dan Alhamdulillah setelah seminggu mendapatkan perawatan UPA’ pun sembuh. Namun hanya seminggu pula setelah balik dari rumah sakit, demamnya kambuh. Dan dibawalah UPA’ kecil ke rumah sakit yang lebih dekat yaitu RUMAH SAKIT STELLA MARIS Makassar. Menurut penjelesan keluarga salah satu tindakan medis yang dilakukan oleh pihak rumah sakit adalah mendinginkan kepala UPA’ dengan ES BATU. Mungkin karena suhu tubuh yang mencapai 41 derat celcius sehingga anak tersebut mendapatkan perlakukan demikian. Tapi tak sampai seminggu dirawat dan diagnosa dokter belum keluar, pihak keluarga memutuskan untuk menghentikan pengobatan di rumah sakit dan membawa UPA’ pulang ke rumah. Sejak itulah UPA’ menderita hingga saat ini dengan kondisi fisik sebagaimana yang penulis jelaskan di atas.

Demikianlah kisah perjalan UPA’ yang malang, yang harus cacat fisik hingga sekarang. Penulis tak dapat memberikan kesimpulan dimana simpul kesalahan sehingga anak tersebut bisa sampai demikian. Kiranya ada pembaca yang paham dan bisa memberikan argument yang logis tentang apa yang menimpa UPA’.

~ by ulaweng on 28 February 2010.

One Response to “ADAKAH PENDERITAANNYA AKIBAT KESALAHAN TEKNIS…????FO”

  1. Demam ada begitu banyak penyebab dan harus dibuktikan dengan serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang diagnostik yang lain..
    Dalam artikel diatas tidak jelas karakteristik demam yang dialami (sejak kapan, saat kapan, gejala yang menyertai,dll) pemeriksaan fisik jg tidak jelas, jadi…kesimpulannya juga kurang jelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: