KEGELISAHAN PRA HAID

Suka atau tidak sebagian wanita pasti akan mengalaminya. Bisa istri, pacar, teman, saudari, anak, ibu, murid, guru, mahasiswi, dosen, atasan, bawahan dan sebagainya sepanjang wanita tersebut dalam masa reproduksi.

Tim Riset University of Maryland Medical Center memberikan batasan sebagai berikut : “Wanita dengan pms mengalami berbagai variasi gejala fisik dan psikis 2 hingga 14 hari sebelum siklus menstruasi. Gejala-gejala pms biasanya menghilang setelah datangnya menstruasi. Diperkirakan sekitar 75 % wanita mengalami pms (dengan berbagai tingkatan), dan 20-50% diantaranya ditengarai mengganggu aktifitas sehari-hari. Sekitar 3-5% yang mengalami episode “tidak berdaya” (referensi lain menyebutkan 10% mengalami gangguan berat ).

Dr. Philip Owen (consultant obstetrician and gynaebologist) menyebutkan bahwa pengukuran berat ringannya pms berubah-ubah tergantung pada terganggunya aktifitas sehari-hari. Bagi wanita yang sangat mengenali dirinya sendiri dan dapat mengelolanya, boleh jadi pms tidaklah terlalu mengganggu.

Penyebab

Penyebab pasti BELUM diketahui, diduga berhubungan dengan fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron setelah ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur). Beberapa kasus ternyata tidak menunjukkan perbedaan kadar homon di atas antara wanita yang mengalami pms dengan yang tidak. Teori lain menyebutkan adanya hubungan dengan berkurangnya kadar seretonin. Hal ini menjelaskan kaitan pms dengan tanda psikis.

Kabar baiknya :

PMS tidak disebabkan oleh kelainan organ repruduksi dan tidak berhubungan dengannya.

Tanda-Tanda PMS :

1.     Psikis :

  • Gelisah, cemas, takut sendirian, suasana hati serba tak nyaman,rasa lelah dan
  • Letih, cemberut, rasa mau marah, mudah marah, marah beneran.
  • Kepribadian seakan sirna, hilangnya rasa percaya diri (gak pédé), kurang
  • Konsentrasi, mudah menangis terhadap hal-hal kecil ( gembèng )
  • Depresi, perasaan tertekan, mudah tersinggung, arrrrgggh (meledak-ledak),
  • Kadang agresif.
  • Malas makan atau malah banyak makan
  • Rasa hanyut, melayang, tindakan tak terkontrol

2.    Fisik:

  • Payudara melunak ( kadang sakit )
  • Perut mengembang, kembung
  • Badan terasa berat
  • Kaki dan sendi terasa lunglai
  • Sakit kepala, dapat juga migrain.

PENGOBATAN

1.     Mengatur pola hidup (life style)

  • Tidak minum alkohol
  • Mengurangi kopi
  • Menghindari (tidak) merokok
  • Belajar mengenali pms dan mengendalikan perasaan, enjoyyyy
  • Beberapa referensi menganjurkan pengaturan pola makan (gizi seimbang)
  • Olah raga 3 kali seminggu, dengan aerobik sekitar 20-45 menit sebelum pms datang.
  • Memenej stress, misalnya: meditasi, tai chi, jalan-jalan, berkebun, dll

2.    Obat non-hormonal

  • Vitamin (roborantia)
  • Antidepresan ( hanya jika diperlukan ) * oleh University of Pennsylvania Medical
  • Center dianggap sebagai pilihanpertama *
  • Analgetika ( pereda nyeri ) jika sakit kepala
  • Obat lain untuk mengurangi keluhan ( simptomatik )

3.    Obat hormonal

  • Golongan progesteron
  • Hormon kombinasi
  • Hormon sintetik ( danazol )
  • Hormon estrogen

4.    Konseling ( kepada psikolog )

5.    Anjuran :

  • Hilangkan kesedihan
  • Bergembiralah
  • Jangan cemas
  • Kendalikan amarah
  • Tidur saja, sementara kurangi aktifitas
  • Hindari makan berlebihan, terutama makanan manis, coklat, makanan berlemak, dll.

Intinya banyak mendekatkan diri ke yang Maha Kuasa…..

Sumber : pustakaonline.com

~ by ulaweng on 24 March 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: